Usung Dream Pop, Varitda Rilis Lagu “twenty-first”
![]() |
Varitda (istimewa) |
Jakarta, DJC – Pasar musik di Indonesia cukup besar untuk kawasan Asia Tenggara. Tak mengherankan, jika hal ini menarik banyak musisi dari negara lain untuk ikut memasarkan karyanya di tanah air. Adalah Varitda Bhirombhakdi merupakan penyanyi pop jazz lo-fi asal Thailand, yang juga tertarik untuk memperkenalkan karyanya di Indonesia. Buktinya, penyanyi yang dikenal dengan nama Varitda ini baru saja melepas single terbarunya bertajuk ‘twenty-first’ dimana lagu ini mulai dikenalkan di pasar musik tanah air. Lagu ini menghadirkan kisah cinta yang hangat dengan makna tersembunyi di balik angka 21.
Angka 21 rupanya tidak hanya sebagai bagian dari cerita lagu, tapi juga menjadi tanggal (21 Maret) perilisan lagu ini di semua platform music streaming. Jika sebelumnya musisi ini dikenal dengan karakter pop jazz yang kental, kali ini Varitda menyajikan penggabungan sentuhan Lo-fi dan Dream Pop di lagu‘twenty-first’. Menciptakan atmosfer yang lembut dan mendalam. Selaras dengan makna lirik yang ungkapan cinta yang tumbuh semakin kuat seiring waktu.
Dalam penggarapan lagu ini, Varitda berkolaborasi dengan penulis lagu asal Korea bernama Jamie Song, dengan lirik puitis karya PYC (Puenyai Chattwara) dan aransemen dari produser Australia NACHE CHAN. Sehingga menghasilkan karya yang penuh emosi. Lebih dari sekadar lagu, ‘twenty-first’ sekaligus bentuk perayaan hari jadi pernikahan Varitda sendiri. Sebuah lagu yang menggambarkan cinta yang sederhana namun bermakna, seperti cahaya bulan yang lembut dan selalu ada.
Musisi yang memadukan antara tradisi jazz dan pop modern ini sudah cukup eksis di industri musik di negaranya Thailand. Namanya dikenal sebagai Oum—Varitda Bhirombhakdi, terus bersinar di dunia Pop Jazz. Albumnya “Mood3: I’m In the Mood For Love” meraih penghargaan Best Recording of the Year di The Guitar Mag Awards 2024, sementara single sebelumnya, ‘Never Mine’, mencapai peringkat #2 di Cat Radio Chart.
Ia mulai dikenal dengan menginterpretasikan kembali standar jazz dan klasik pop jazz, yang menghidupkan kembali lagu-lagu yang pernah dipopulerkan oleh legenda seperti Nat King Cole dan Ella Fitzgerald. Seiring perkembangannya, Varitda mulai memasukkan beat lo-fi dan ambient soundscapes ke dalam repertoar jazz-nya, menciptakan nuansa “chill jazz” yang lembut dan menarik bagi pendengar muda, sambil tetap mempertahankan emosi khas jazz. Perpaduan pengaruh ini menghasilkan suara khas yang terasa vintage namun tetap tajam dan modern, menjadikannya sosok yang menonjol di industri musik. (sTr)
Post a Comment